Hello! Myspace Comments Welcome Myspace Comments Hello! Myspace Comments Thank You Myspace Comments

Mengenai Saya

Foto saya
anak manusia yang sedang mencari kesempurnaan dibalik segala ketidaksempurnaannya

Jumat, 20 Mei 2011

Dunia Tak Selalu Sama

Dunia tak selalu sama, dan kita harus belajar untuk menyesuaikan diri.
Kondisi dunia setiap saat selalu berubah, kita bahagia dan dengan sangat mudah menikmati kebahagiaan itu. Kita menderita dan sangat sulit menerima perubahan itu. Dunia tak selalu sama, dan kita harus belajar untuk menyesuaikan diri jika kita ingin bertahan hidup.

Sabtu, 14 Mei 2011

Rumah yang Sunyi

Suatu pagi, di sebuah rumah, terdengar teriakan suara seorang ibu memberi perintah dan omelan kepada kedua putranya.

"Ayo, cepat. Makan jangan lambat-lambat begitu! Buku PR-nya sudah dimasukin ke dalam tas? Bercandanya nanti saja kalau sudah pulang dari sekolah. Ayo anak-anak, jangan terlambat, nanti kena hukuman lagi lho!" seru si ibu dengan nada tegas.

Kisah Anuruddha Thera

DHAMMAPADA VII, 4

Suatu hari Anuruddha Thera mencari beberapa kain bekas di dalam timbunan sampah untuk dibuat jubah, sebab jubah lamanya telah kotor dan koyak. Jalini, istrinya pada kehidupan yang lampau, dan sekarang berada di alam dewa melihatnya. Mengetahui bahwa sang thera sedang mencari beberapa kain bekas, ia mengambil tiga lembar kain dari alam dewa dan menaruhnya ke dalam timbunan sampah, serta membuatnya terlihat. Anuruddha Thera menemukan kain tersebut dan membawanya ke vihara.

Kisah Belatthasisa Thera

DHAMMAPADA VII, 3

Belatthasisa Thera, setelah pergi berpindapatta di suatu desa, berhenti di tepi jalan dan memakan makanannya. Setelah makan, ia meneruskan berpindapatta untuk memperoleh dana makanan lagi. Ketika telah merasa cukup ia kembali ke vihara, mengeringkan nasi dan menyimpannya. Jadi ia tidak perlu berpindapatta setiap hari, sehingga ia dapat bermeditasi Jhana selama dua atau tiga hari. Begitu selesai meditasi, ia memakan nasi kering yang telah disimpannya, setelah merendamnya terlebih dulu dalam air. Bhikkhu-bhikkhu lain berpikiran buruk terhadap kelakuan thera itu. Mereka melaporkan hal tersebut kepada Sang Buddha.

Pemburu dan Peternak Domba

Alkisah, pada zaman dahulu di sebuah desa, hiduplah keluarga pemburu dan peternak yang bertetangga. Untuk membantu saat berburu, si pemburu memiliki anjing-anjing peliharaan yang galak namun kurang terlatih. Celakanya, saat di rumah, anjing-anjing itu sering melompati pagar dan melukai domba-domba si peternak.

Be an ACTOR, not a REACTOR

Tadi pagi, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli beberapa koran serta majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut.

Orang pertama jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.

Orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, "Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual menyebalkan itu?"

Sahabatnya menjawab, "Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain."

"Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali," bantah orang pertama. Ia masih merasa kesal.

"Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri."

Yes!! Itu point-nya!!

Seandainya ada orang yang melakukan hal yang buruk kepada kita, jangan pernah biarkan orang tersebut menentukan cara kita bertindak. Sayangnya, seringkali kita tidak berbuat demikian. Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadinya sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.

Mari renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dgn baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik!! Be an "actor", not a "reactor". Luar biasa!

Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Minggu, 08 Mei 2011

Kisah Sebuah Cangkir : Ada Harga Yang Harus Dibayar

Sepasang  kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat  cangkir  itu,”  kata  si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Kisah Pertanyaan Jivaka

DHAMMAPADA VII, 1

Devadatta, pada suatu kesempatan, mencoba untuk membunuh Sang Buddha dengan mendorong batu besar dari puncak bukit Gijjhakuta (Puncak Burung Nasar). Batu tersebut jatuh membentur kaki Sang Buddha. Kemudian Beliau dibawa ke Vihara Hutan Mangga milik Jivaka.

Peristiwa Kelahiran Agung

Sang Buddha lahir di antara suku Sakya (623 SM), di sebuah kerajaan di negeri yang sekarang bernama Nepal. Raja bernama Suddhodhana, permaisurinya adalah Ratu Maya. Meskipun Raja Suddhodana dan Ratu Maya sudah lama menikah, namun anak yang sangat mereka dambakan belum juga mereka peroleh, sampai pada suatu waktu Ratu Maya mencapai umur 45 tahun. Ketika itu Ratu Maya ikut serta dalam perayaan Asadha yang berlangsung tujuh hari lamanya. Setelah perayaan selesai Ratu Maya mandi dengan air wangi, mengucapkan janji uposatha dan kemudian masuk ke kamar tidur.

Kamis, 05 Mei 2011

Miss... miss... missi dong...

Missi ya.. numpang posting sebentar..
Cuma mau bilang lagi miss sekalia...
kalo versi lebainya *Aku rindu setengah mati kepadamu..
Dalam kondisi bingung, bimbang, pusing, tertekan, dan sedikit frustasi (banyak lebaiii) seperti ini, betul2 merindukan seseorang.
Seseorang yang biasanya menjadi tempat bertanya dan menumpahkan segala perasaan bingung hingga akhirnya bisa bikin sedikit plonggg dan memberikan solusi yang menenangkan..
Seseorang yang menjadi tempat berbagi kebahagiaan, padanya kuceritakan semua hal indah yang kualami hari ini.. hahhahaha.... lebai..
Disaat2 seperti ini betul2 merindukan dan membutuhkannya. Ingin rasanya dia hadir disini dalam sosok yang nyata.. hahahhha.... mungkinkah??
Mungkin atau tak mungkin, semoga suatu saat itu menjadi mungkin, tapi karna hanya mungkin jadi ya mungkin-mungkinan mi.
Selanjutnya g tau lagi mau bilang apa, hanya bisa ingat ini .. dan satu kata r*n*u..